Binatang.co.id

Binatang.co.id - Informasi Binatang atau Hewan dari Seluruh Dunia.

Jumat, 28 Desember 2018

7 Binatang Purba Di Indonesia Yang Masih Hidup Hingga Sekarang

Biasanya kalau kita ingin melihat hewan purba maka kita hanya akan melihatnya dalam bentuk fosil alasannya binatang purba itu sudah punah jutaan tahun yang lalu. Tapi ternyata diantara binatang purba itu masih sanggup ditemukan beberapa hewan purba yang masih hidup di bumi ini termasuk di wilayah Indonesia.

Hewan yang dikira sudah punah tetapi ternyata masih ada itu sanggup disebut fosil hidup. Fosil hidup yaitu sebutan bagi binatang atau flora yang dianggap sudah punah dan menjadi fosil, tetapi pada kenyataannya masih hidup. Sebutan ini sanggup pula dikenakan bagi hewan/tumbuhan yang diketahui telah ada jutaan tahun kemudian dengan bentuk yang tidak mengalami banyak perubahan dengan peninggalan fosilnya.

Beberapa fosil hidup hewan purba (dinosaurus) yang sanggup ditemukan di Indonesia diantaranya adalah:

1 Komodo

Komodo merupakan spesies reptil purba endemik yang hidup semenjak zaman purba. Evolusi komodo dimulai dengan genus Varanus yang mulai berkembang di Asia antara 40-25 juta tahun yang lalu. Komodo yaitu kerabat erat dari dinosaurus. Hal ini dilihat dari ditemukannya fosil-fosil dari jenis dinosaurus tertentu yang mengatakan kemiripan struktur tubuh dengan komodo. Dinosaurus sudah usang punah tetapi Komodo hingga kini masih ada. Komodo disebut sebagai Dinosaurus terakhir di dunia. Hewan satu masa dengan dinosaurus ini dikenal sebagai kadal karnivora namun mereka juga binatang kanibal alasannya kadang mereka memangsa belum dewasa mereka. Komodo (Varanus komodoensis) yaitu jenis kadal terbesar. Tercatat Komodo terbesar yang pernah ada mempunyai panjang 3,13 meter dan berat 166 kilogram. Komodo sanggup ditemukan di Pulau Komodo dan pulau-pulau kecil di sekitarnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Habitat orisinil Komodo hanya sanggup ditemukan di kepulauan Indonesia ini dan tidak ada di potongan dunia lain.

2 Penyu Belimbing

Penyu belimbing atau Dermochelys Coriacea disebut telah mendiami Bumi semenjak 100 juta tahun silam semasa dinosaurus merajai planet bumi. Penyu belimbing yaitu jenis penyu terbesar. Berat penyu belimbing sanggup mencapai 900 kg, dengan panjang tubuh sekitar satu setengah hingga dua meter. Tidak ibarat penyu lainnya, penyu belimbing tidak mempunyai karapas keras. Karapasnya ibarat sebuah mosaik dari tulang-tulang kecil yang keras, kulitnya lentur dengan punggung membujur. Penyu belimbing sanggup ditemukan dari perairan tropis hingga ke lautan daerah sub kutub dan biasa bertelur di pantai-pantai di daerah tropis. Penyu belimbing hanya makan ubur-ubur, dan hanya ada sedikit tempat di dunia yang dipilihnya untuk bertelur. Salah satu tempat bertelurnya ada di Pantai Jamursba Medi dan Warmon terletak di Utara Kepala Burung Provinsi Papua Barat, Distrik Abun, Kabupaten Tambrauw. Penyu belimbing mempunyai kebiasaan berkeliling dunia menjelajahi banyak sekali wilayah di potongan bumi ini.

3 Ikan Coelacanth

Ikan Coelacanth diduga sudah ada semenjak kurun Devonian sekitar 380 juta tahun silam, hingga kini bentuknya tidak berubah. Coelacanth yaitu ikan purba yang berasal dari sebuah cabang evolusi tertua yang masih hidup dari ikan berahang. Sebelumnya, ikan tersebut sempat diperkirakan sudah punah semenjak final masa Cretaceous 65 juta tahun lalu. Tapi kemudian ternyata ikan ini ditemukan masih hidup. Ikan ini hanya hidup di perairan Afrika Selatan bab barat dan perairan Indonesia timur masing-masing disebut Latimeria chalumnae dan Latimeria menadoensis. Di Indonesia ikan purba Coelacanth sanggup ditemukan di perairan Talise, Minahasa Utara dan perairan Malalayang, Teluk Manado, Sulawesi Utara. Habitat ikan Coelacanth berada pada kedalamanan lebih dari 180 meter dengan suhu maksimal 18 derajat Celsius. Di Indonesia, khususnya di sekitar perairan Manado dan Minahasa Utara, spesies ini oleh masyarakat lokal dinamai ikan raja laut.

4 Ikan Arwana

Ikan Arwana merupakan salah satu ikan purba yang belum punah. Studi genetik dan temuan fosil menunjukkan, ikan ini setidaknya telah hidup di bumi semenjak 220 juta tahun yang lalu. Arwana termasuk ikan karnivor yang mendiami habitat sungai dan danau basah tenang. Ikan ini sanggup ditemukan di Amazon, dan di beberapa bab Afrika, Asia dan Australia. Ikan arwana (Scleropagus sp.) sanggup ditemukan di perairan tawar Indonesia. Salah satu jenis Arwana yaitu arwana super red yang merupakan ikan orisinil hulu Sungai Kapuas dan Danau Sentarum di Kalimantan Barat. Perairan ini merupakan wilayah hutan gambut yang membuat lingkungan primitif bagi ikan purba tersebut.

5 Buaya Muara

Buaya merupakan salah satu binatang purba yang tersisa di bumi ini. Buaya muara atau buaya bekatak (Crocodylus porosus) yaitu salah satu spesies buaya terbesar di dunia, jauh lebih besar dari Buaya Nil (Crocodylus niloticus) dan Alligator Amerika (Alligator mississipiensis). Panjang tubuh termasuk ekor sanggup mencapai 12 meter ibarat yang pernah ditemukan di Sangatta, Kalimantan Timur. Buaya masih mempunyai kerabat erat dengan binatang reptil purba, CrocodileSaurus yaitu nenek moyang buaya yang mempunyai panjang hampir 30 meter. Namun alasannya imbas alam, tubuh CrocodileSaurus menyusut hingga menjadi buaya muara. Buaya muara sanggup ditemukan mulai dari Teluk Benggala (India, Sri Langka, dan Bangladesh) hingga Kepulauan Fiji. Indonesia menjadi habitat terfavorit bagi buaya muara selain Australia.

6 Belangkas

Hewan ibarat kepiting ini yaitu binatang jenis artopoda yang hidup di perairan dangkal dan daerah mangrove. Kadang disebut juga dengan nama kepiting ladam, mimi, atau mintuna. Mimi yaitu nama dalam bahasa Jawa untuk yang berkelamin jantan dan Mintuna yaitu untuk yang berkelamin betina. Hewan ini merupakan salah satu hewan purba yang tidak mengalami perubahan bentuk berarti semenjak masa Devon (400-250 juta tahun yang lalu) dibandingkan dengan bentuknya yang sekarang, meskipun jenisnya tidak sama. Bentuk binatang ini berbentuk ibarat ladam kuda berekor. Meski bentuknya menyeramkan, daging dan telur belangkas sanggup dijadikan makanan. Namun perlu berhati-hati alasannya ada bab tubuhnya yang mengandung racun. Belangkas sanggup ditemukan di perairan maritim Asia Tenggara dan Amerika Utara. Di Indonesia, jenis belangkas yang ditemukan yaitu Tachypleus gigas, Tachypleus tridentatus dan Carcinoscorpius rotundicauda. Jenis T. gigas banyak dijumpai di perairan estuaria hampir merata diseluruh perairan Indonesia.

7 Trenggiling

Trenggiling atau Pangolin termasuk salah satu hewan purba, beberapa fosil trenggiling sudah ditemukan pada masa Oligosen dan Miosen. Hewan ini memakan serangga dan terutama semut dan rayap. Rambutnya termodifikasi menjadi semacam sisik besar yang tersusun membentuk perisai berlapis sebagai alat santunan diri. Jika diganggu, trenggiling akan menggulungkan badannya ibarat bola. Trenggiling hidup di hutan hujan tropis dataran rendah. Trenggiling sanggup ditemukan di Asia Tenggara. Trenggiling yang ada di Indonesia dikenal dengan nama Trenggiling Jawa (Manis Javanica) dijumpai di daerah pegunungan di Sumatera, Kalimantan dan Jawa serta Bali. Walaupun tampak ibarat reptil, binatang ini tergolong mamalia. Sekarang di Indonesia sendiri binatang ini termasuk binatang yang dilindungi. Di Provinsi Jambi populasi trenggiling masih cukup banyak ditemui.

Indonesia bergotong-royong sungguh menakjubkan alasannya di wilayah ini kita masih sanggup menemukan bermacam-macam hewan purba yang unik. Populasi mereka sudah sangat sedikit dan harus dilindungi kelestariannya. Jangan hingga hewan-hewan purba ini punah ibarat hewan-hewan purba lainnya yang telah punah jutaan tahun yang lalu.

0 Komentar 7 Binatang Purba Di Indonesia Yang Masih Hidup Hingga Sekarang

Posting Komentar

Pekerjaan terbaik adalah mengerjakan hobimu sendiri.

Back To Top