Binatang.co.id

Binatang.co.id - Informasi Binatang atau Hewan dari Seluruh Dunia.

Sabtu, 06 Oktober 2018

Mengenal Solenodon, Mamalia Beracun Yang Sangat Langka

 Mereka ialah hewan nokturnal yang tinggal di dalam liang dan pemakan serangga Mengenal Solenodon, Mamalia Beracun yang Sangat Langka
Solenodon merupakan jenis mamalia berbisa satu-satunya dari keluarga Solenodontidae. Mereka ialah hewan nokturnal yang tinggal di dalam liang dan pemakan serangga. Dan mereka ialah mamalia yang mempunyai huruf primitif yang konon spesies ini sudah ada di selesai abad dinosaurus.

Solenodon ialah satu dari dua spesies dari family Caribbean soricomorphs. Masih belum terang apakah family Nesophontidae yang punah pada masa Holocene mempunyai hubungan erat dengan Solenodon atau tidak.

Ada dua spesies Solenodon yang masih hidup ketika ini yaitu Cuban solenodon (Solenodon cubanus),dan  Haitian Solenodon atau Hispaniolan solenodon (Solenodon paradoxus). Dua spesies Solenodon yang lain sudah punah selama masa Quarternary.

Penampilan Solenodon ibarat sosok tikus yang sangat besar. Moncong panjangnya fleksibel, dan pada Haitian Solenodon terdapat ball-and-socket joint di bab bawah mereka untuk meningkatkan mobilitas. Hal ini memungkinkan mereka untuk menlisik celah-celah sempit daerah mangsa mereka biasanya bersembunyi.

Panjang tubuh Solenodon  sekitar 28 sampai 32 cm diukur dari ujung hidung sampai pantat. Berat tubuh Solenodon sekitar 0,7 sampai 1 kg. Binatang langka ini terbilang sangat gampang gelisah, sehingga mereka rawan menggigit bahkan dengan gangguan yang sangat minim dan tanpa disengaja.

Solenodon mempunyai beberapa sifat yang cukup menarik, dua diantaranya ialah puting susu pada Solenodon betina posisinya sangat erat dengan pantat, dan liur solenodon yang keluar dari dua gigi taringnya ternyata beracun.

Gejala yang diakibatkan dari terkena racun Solenodon antara lain depresei, susah bernafas, kejang-kejang, dan lumpuh. Bahkan dalam sebuah pengujian memakai tikus percobaan, bila terkena racun Solenodon dalam jumlah besar sanggup menjadikan si tikus mengalami kematian.

Makanan utama Solenodon ialah serangga, cacing tanah, dan beberapa hewan tak bertulang belakang. Mereka juga memakan bangkai hewan bertulang belakang, dan beberapa ada yang memangsa hewan bertulang belakang yang masih hidup mirip reptil kecil, dan amfibi.

Solenodon mempunyai indera penciuman yang manis yang digunakannya untuk menemukan mangsanya. Setelah menemukan mangsanya, Solenodon akan memakai kedua kaki depannya untuk mematikan langkah kiri-kanan si mangsa, kemudian menggerakkan kepalanya untuk memangsa mangsanya tersebut. Solenodon juga mempunyai cakar yang tajam yang akan membantunya dalam berburu mangsa.

Solenodon melahirkan anaknya di dalam sarang. Biasanya dalam sekali persalinan mereka akan melahirkan satu atau dua ekor anakan. Anakan Solenodon akan bersama induknya selama kurang lebih 7 bulan, dan biasanya mereka akan menggantung pada puting susu induknya yang panjang. Dan ketika sudah dewasa, Solenodon ialah hewan soliter, mereka sangat jarang berkomunikasi dengan yang lain kecuali untuk kawin.

Kedua spesies Solenodon ketika ini dalam status terancam punah jawaban dimangsa oleh musang, khususnya musang jenis Herpestes javanicus auropunctatus yang pada masa kolonial dilatih untuk berburu ular dan tikus mirip kucing dan anjing..

Cuban solenodon sempat dianggap sudah punah, sebelum pada tahun 2003 ditemukan spesies mereka yang masih hidup. Hispaniolan solenodon juga sempat dinyatakan punah alasannya ialah populasi mereka yang sangat sedikit, serta sikap mereka yang masih belum terlalu dipahami.

Pembangunan insan di Kuba dan Hispanola juga memperburuk populasi Solenodon. Habitat mereka pun menjadi terampas yang berimbas pada menyempitnya penyebaran, dan berkurangnya populasi mereka. Binatang ini pun menjadi salah satu hewan yang sangat langka.
Referensi : wikipedia

0 Komentar Mengenal Solenodon, Mamalia Beracun Yang Sangat Langka

Posting Komentar

Pekerjaan terbaik adalah mengerjakan hobimu sendiri.

Back To Top