Binatang.co.id

Binatang.co.id - Informasi Binatang atau Hewan dari Seluruh Dunia.

Kamis, 25 Oktober 2018

Gorilla, Primata Terbesar Di Dunia Yang Mempunyai Dna Seolah-Olah Manusia

 Mereka yakni bangsa monyet yang lebih banyak tinggal di permukaan tanah daripada di atas p Gorilla, Primata Terbesar di Dunia yang Memiliki DNA Mirip Manusia
Gorilla merupakan primata terbesar ketika ini. Mereka yakni bangsa monyet yang lebih banyak tinggal di permukaan tanah daripada di atas pohon. Gorilla terbagi dalam 2 spesies yang berbeda dan 4 atau 5 subspesies.

Habitat Gorilla yakni di hutan-hutan di Afrika Tengah, dimana sungai Kongo menjadi pemisah antara 2 spesies Gorilla ini. Gorilla Barat mendiami Afrika Tengah pecahan barat, sedangkan Gorilla Timur mendiami Afrika Tengah pecahan Timur. 

Gorilla Timur hidup di kawasan pegunungan dengan ketinggian antara 650 hingga 4000 meter di atas permukaan laut. Sedangkan Gorilla Barat hidup di hutan rawa dataran rendah dan hutan pegunungan hingga ketinggian sekitar1600 m di atas permukaan laut.

Gorilla merupakan binatang herbivora (pemakan tumbuhan). Mereka membagi waktu istirahat dan mencari makan dengan cukup seimbang. Makanan Gorilla berbeda-beda tergantung spesiesnya. Gorilla gunung biasanya lebih banyak makan tumbuhan ibarat daun, batang, tunas, dan hanya sedikit sekali makan buah-buahan.

Sementara Gorilla yang tinggal di dataran rendah, memakan makanan yang lebih variatif. Mereka juga memakan tanaman, tetapi porsi makan buah mereka bisa mencapai 25% dari porsi makan harian. Gorilla dataran rendah mempunyai ketergantungan terhadap buah lebih dari gorilla jenis lainnya. Sehingga ketika jumlah buah-buahan di sekitar mereka sedikit, mereka sanggup menjangkau kawasan yang lebih luas untuk mencari buah. Mereka juga memakan serangga, dan semut.

Gorilla juga diketahui sangat jarang minum air. Hal ini dikarenakan makanan harian mereka kebanyakan sudah mengandung cukup banyak air, sehingga kebutuhan air dalam badan mereka secara tidak eksklusif sudah terpenuhi, meski tanpa pergi ke sungai dan minum air.
Gorilla merupakan salah satu binatang herbivora yang ganas, tetapi kemungkinan besar macan tutul merupakan predator mereka. Hal ini terbukti dari pernah ditemukannya pecahan badan Gorilla di kotoran macan tutul. 

Gorilla hidup secara berkelompok yang disebut Troops (pasukan). Biasanya dalam satu pasukan terdiri dari satu Gorilla jantan (silverback) dengan beberapa betina dan anak-anak. Namun tak jarang juga ada satu pasukan yang terdiri lebih dari satu pejantan.

Biasanya Gorilla jantan yang sudah remaja akan memisahkan diri dari pasukan bersama dengan beberapa betina dan menciptakan pasukannya sendiri. Namun ada juga gorilla jantan remaja yang tetap tinggal di pasukannya dan menjadi bawahan dari 'silverback'. Nah, bila silverback ini mati, maka gorilla jantan tersebut biasanya akan menjadi penggantinya. Namun bagi gorilla dataran rendah, bila silverback mereka mati, maka gorilla betina dan bawah umur akan bergabung dengan pasukan lain.

Gorilla yakni jenis binatang yang akan bertarung mati-matian ketika dirinya atau kelompoknya diserang oleh manusia, macan tutul, atau kelompok gorilla lainnya. Mereka akan bertarung bahkan hingga salah satu mati.

Gorilla mempunyai DNA yang sangat ibarat dengan manusia. Kemiripannya tersebut bisa mencapai 95-99%. Mereka yakni primata yang sangat bersahabat dengan kekerabatannya dengan insan sehabis Simpanse dan Bonobo.

Gorilla Betina matang pada usia 10 - 12 tahun, sedangkan Gorilla Jantan pada usia 11 - 13 tahun. Masa kehamilan seekor Gorilla yakni 8,5 bulan. Gorilla Gunung betina pertama kali melahirkan pada usia 10 tahun.

Gorilla jantan tidak ikut aktif dalam membesarkan anak. Mereka lebih sebagai pelindung dan penjaga keluarga. Anak gorilla akan tumbuh disamping induknya. Selama 5 bulan pertama, bayi gorilla akan selalu bersama dengan ibunya, dan ibunya akan selalu berada di bersahabat silverback untuk mendapat perlindungan. Anakan gorilla akan menyusu satu jam sekali, dan akan tidur dalam sarang yang sama dengan ibu mereka.

Anakan Gorilla akan mulai lepas dari ibu mereka sehabis berusia 5 bulan. Hingga usia 12 bulan, anakan gorilla sudah mulai dibiarkan jalan sendiri hingga radius 5 meter dari ibu mereka. Pada usia 18 - 21 bulan, jarak tersebut akan semakin menjauh dan frekwensi menyusu sang anak menjadi 2 jam sekali. Anakan gorilla akan menghabiskan setengah waktunya jauh dari ibunya ketika sudah berumur 30 bulan.

Gorilla memasuki masa remaja ketika berusia 3 - 6 tahun. Pada masa itu, mereka akan disapih dan tidur di sarang yang berbeda. Setelah si anak disapih, maka gorilla betina sudah siap untuk hamil lagi. Nah, pada masa menyapih ini, kehadiran silverback akan mengurangi kemungkinan konflik antara ibu dan anak gorilla.

Usia keinginan hidup seekor gorilla sekitar 35 - 40 tahun. Namun Gorilla yang hidup di penangkaran sanggup hidup hingga usia 50 tahun bahkan lebih.

Gorilla termasuk binatang yang sangat cerdas. Mereka sanggup memahami bahasa instruksi untuk berkomunikasi dengan manusia. Bahkan diketahui bahwa gorilla sanggup tertawa, sedih, dan mempunyai majemuk emosi. Mereka juga bisa memakai alat ibarat kayu untuk memudahkan dalam melaksanakan aktifitasnya, dan mereka juga bisa berfikir. 

Bahkan beberapa peneliti menyampaikan kalau Gorilla tampaknya mempunyai semacam watak istiadat atau budaya yang berbeda. Ini terlihat dari kebiasaan sebelum makan yang berbeda-beda antara satu kelompok gorilla dengan kelompok gorilla yang lain.

Sayangnya ketika ini Gorilla Timur berada dalam status 'terancam punah' dalam IUCN Red List, sedangkan Gorilla Gunung masuk dalam status 'sangat terancam punah'. Salah satu penyebab utama kelangkaan mereka yakni kerusakan habitat mereka akhir dari keserakahan manusia.
Referensi : wikipedia

0 Komentar Gorilla, Primata Terbesar Di Dunia Yang Mempunyai Dna Seolah-Olah Manusia

Posting Komentar

Pekerjaan terbaik adalah mengerjakan hobimu sendiri.

Back To Top