Binatang.co.id

Binatang.co.id - Informasi Binatang atau Hewan dari Seluruh Dunia.

Minggu, 02 September 2018

Hewan-Hewan Sakral Dalam Budbahasa Masyarakat Jawa

 Masyarakat Jawa memang dikenal sangat menghormati budaya dan etika leluhurnya Hewan-Hewan Sakral Dalam Adat Masyarakat Jawa
Masyarakat Jawa memang dikenal sangat menghormati budaya dan etika leluhurnya. Di antara beberapa kebiasaan masyarakat Jawa kuno yang masih ada sampai ketika ini yaitu menganggap hewan-hewan tertentu sebagai binatang yang sacral ibarat masyarakat India menghormati sapi atau monyet. Banyak yang meyakini hewan-hewan tertentu bisa mendatangkan rejeki, menolak bala, santet, atau ilmu sihir. 

Burung Perkutut
Seorang masyarakat  Jawa yang masih kental dengan sifat Jawanya dan tinggal di rumah orisinil Jawa, niscaya di salah satu sudut rumah terdapat burung perkutut. Entah itu digantung di langit-langit, atau ditempatkan pada sangkar di luar ruangan. Mereka burung perkutut bisa memberi kebahagiaan dan keberuntungan pada pemiliknya. Apalagi Burung Perkutut Putih yang termasuk jenis langka dan sudah sangat sulit ditemui dan konon memiliki kemampuan sebagai penolak bala.

Ayam
Seperti halnya burung perkutut, ayam juga menjadi salah satu binatang favorit orang-orang Jawa. Beberapa orang memelihara jenis tertentu dikarenakan oleh kemampuan ayam andal yang sulit dikalahkan di dalam arena pertarungan. Beberapa jenis ayam andal memiliki ciri-ciri yang sedikit unik, contohnya ayam dengan sebutan Suro Petir memiliki keunikan pada sisik jari kaki tengahnya yang bercabang. Kemudian Suro Pengantin, yang memiliki dua helai ekor yang “keluar” dan lebih panjang dari bulu-bulu ekor lainnya. Putih Seta, sesuai namanya merupakan ayam berwarna putih, dari bulu, sampai kaki. Bahkan matanya pun agak pucat. Sementara itu, ayam cemani, meskipun jarang digunakan sebagai aduan, memiliki reputasi yang angker alasannya yaitu ayam ini sering digunakan dalam ritual-ritual etika Jawa.

Banyak (Angsa)
Banyak atau bebek yaitu binatang berwarna putih dengan leher panjang yang banyak dipelihara sebagai penjaga rumah, alasannya yaitu indranya yang tajam. Bahkan konon binatang ini dipercaya bisa menghasilkan bunyi yang bisa mengusir makhluk mistik yang mendiami rumah.

Harimau
Binatang yang satu ini bukan merupakan peliharaan masyarakat Jawa, tetapi oleh masyarakat jawa binatang ini ssering dipanggil dengan sebutan “Eyang”. Bukan Eyeng Subur lho ya… Hihihi…
Menurut orang Jawa, ketika kita berjumpa dengan harimau di hutan, maka sebaiknya kita berkata, “Permisi, Eyang.” Hal tersebut merupakan wujud kearifan lokal, yaitu bentuk saling menghormati sesama makhluk hidup. Selain itu ada juga yang mempercayai bahwa orang yang sudah meninggal akan tetap ada di dunia ini dan menjaga serta mengawasi keluarganya dengan memakai perwujudan seekor harimau.

Ular
Hampir sama dengan harimau, ular juga menerima daerah tersendiri di dalam masyarakat Jawa. Bahkan beberapa makhluk mistik legendaris di nusantara mewujudkan dirinya sebagai ular.

Burung Culi
Burung yang satu ini sangat misterius, alasannya yaitu kebiasaan burung ini keluar pada ketika senja dan subuh menjelang fajar sehingga hanya terlihat ibarat bayangan hitam. Mereka biasanya terbang berpasangan sambil berkicau “culi” berkali-kali. Yang menimbulkan burung ini misterius selain wujudnya yaitu konon burung ini merupakan perwujudan dari pocong yang belum dilepas talinya sehingga menjelma burung dan berkicau “culi” (dalam bahasa jawa, culi berarti lepaskan). Bahkan jikalau burung itu hinggap di atas rumah seseorang, maka salah satu orang yang tinggal di rumah itu akan meninggal.

Referensi : banyak sumber

0 Komentar Hewan-Hewan Sakral Dalam Budbahasa Masyarakat Jawa

Posting Komentar

Pekerjaan terbaik adalah mengerjakan hobimu sendiri.

Back To Top